• Tentang Kami
  • Pedoman Media Saber
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
Sacom ID
Advertisement
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Peristiwa & Kriminal
  • Lainnya
    • Opini
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Infografis
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Peristiwa & Kriminal
  • Lainnya
    • Opini
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Infografis
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Teknologi
No Result
View All Result
Sacom ID
No Result
View All Result
Home Nasional

#SaveRajaAmpat Viral: Tambang Nikel Ancam Surga Laut Dunia, Greenpeace Desak Pemerintah Bertindak

AdminWeb by AdminWeb
6 Juni 2025
in Nasional
0
#SaveRajaAmpat Viral: Tambang Nikel Ancam Surga Laut Dunia, Greenpeace Desak Pemerintah Bertindak
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta, Sacom.id  – Tagar #SaveRajaAmpat menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak awal pekan ini, menyusul kekhawatiran publik terhadap ancaman pertambangan nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Gelombang suara warganet di platform X (dulu Twitter) menggema sebagai bentuk protes atas potensi kerusakan lingkungan di salah satu destinasi wisata dan pusat keanekaragaman hayati laut terpenting di dunia.

Ancaman tersebut mencuat ke permukaan setelah laporan aktivitas pertambangan yang mulai menjangkau pulau-pulau kecil seperti Gag, Kawe, dan Manuran.

Greenpeace Indonesia mengungkap bahwa sejak 2024, aktivitas industri tambang nikel telah menyebabkan hilangnya lebih dari 500 hektare hutan alami di wilayah tersebut.

Dalam aksi damai yang digelar pada Selasa, 3 Juni 2025, bertepatan dengan gelaran Indonesia Critical Minerals Conference 2025 di Jakarta, aktivis Greenpeace bersama empat pemuda asal Papua membentangkan spanduk bertuliskan

“What’s the True Cost of Your Nickel?”, “Nickel Mines Destroy Lives”, dan “Save Raja Ampat from Nickel Mining”.

Aksi tersebut menarik perhatian peserta konferensi, bahkan saat Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno menyampaikan pidato pembukaan.

“Ketika pemerintah dan pelaku industri sibuk membicarakan masa depan nikel, masyarakat di akar rumput justru menanggung beban kerusakannya. Hutan ditebang, tanah dikeruk, laut tercemar, dan masyarakat lokal terpinggirkan,” ujar Iqbal Damanik, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

Greenpeace menilai, kebijakan hilirisasi nikel yang menjadi prioritas pemerintah selama ini cenderung berorientasi pada investasi semata, tanpa mempertimbangkan dampak ekologis dan sosial, khususnya di kawasan sensitif seperti Morowali, Halmahera, dan kini Raja Ampat.

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Papua Barat Daya, saat ini terdapat dua perusahaan yang aktif mengoperasikan tambang nikel di Raja Ampat, yakni PT GAG Nikel dan PT Kawei Sejahtera Mining. Keduanya mengantongi izin usaha sejak sebelum terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya. Namun, keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dinilai menjadi kendala utama dalam melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas pertambangan.

Baca Juga  Nabil Husien Tekankan Pentingnya Generasi Muda dalam Menjaga NKRI

Ronisel Mambrasar, perwakilan dari Aliansi Jaga Alam Raja Ampat, menyoroti dampak sosial yang timbul akibat kehadiran industri tambang.

“Tambang nikel di kampung kami bukan hanya mengancam laut sebagai sumber hidup, tapi juga memecah hubungan sosial di antara warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, penambangan nikel bukan hanya isu lingkungan, melainkan juga isu kemanusiaan dan keadilan ekologis.

Padahal, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil secara tegas melarang aktivitas pertambangan di pulau-pulau kecil yang memiliki fungsi ekologi penting.

Raja Ampat, sebagai kawasan yang termasuk dalam Kawasan Konservasi Nasional dan situs warisan laut dunia, seharusnya menjadi prioritas perlindungan.

Menanggapi polemik ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan akan mengevaluasi seluruh izin tambang yang beroperasi di Raja Ampat. Ia bahkan menyebut akan memanggil langsung para pemilik perusahaan tambang, baik yang berasal dari BUMN maupun swasta.

“Saya akan evaluasi, akan ada rapat dengan dirjen saya. Saya akan panggil pemiliknya, mau BUMN atau swasta,” kata Bahlil dalam keterangannya di Jakarta.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan khusus dalam kebijakan industri ekstraktif di Papua, mengingat status otonomi khusus daerah tersebut. Menurutnya, opsi pembangunan smelter langsung di Papua bisa menjadi alternatif untuk menjamin manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Di tengah transisi energi global, Greenpeace mengingatkan pentingnya menjaga prinsip keadilan ekologis dalam setiap langkah pembangunan berkelanjutan.

“Transisi energi seharusnya adil dan berkelanjutan, bukan menambah beban krisis iklim atau menciptakan konflik sosial,” pungkas Iqbal.

Masyarakat, aktivis, dan pemerhati lingkungan kini menantikan langkah nyata pemerintah dalam menanggapi kegelisahan publik, agar keindahan dan keberagaman hayati Raja Ampat tidak dikorbankan atas nama pembangunan ekonomi. (*)

Tags: #saverajaampatMenteri ESDMPapuaTambang Nikel di Raja AmpatWisata Raja Ampat
Previous Post

Timnas Indonesia Bungkam China 1-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Next Post

Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelecehan oleh Kades Benua Baru: Tak Cukup Bukti

Related Posts

Mengaku Punya “Power” karena Anak DPRD, Pria di Kubar Ancam Sebar Video Mesum dan Bunuh Ayah Kekasihnya Jika Hubungan Diputus
Advetorial

Mengaku Punya “Power” karena Anak DPRD, Pria di Kubar Ancam Sebar Video Mesum dan Bunuh Ayah Kekasihnya Jika Hubungan Diputus

by AdminWeb
28 Januari 2026
Rp 13 Triliun Uang Sitaan Kasus Korupsi CPO Dipamerkan, Prabowo Saksikan Langsung di Kejagung
Nasional

Rp 13 Triliun Uang Sitaan Kasus Korupsi CPO Dipamerkan, Prabowo Saksikan Langsung di Kejagung

by AdminWeb
20 Oktober 2025
DPR Umumkan Surat dari OIKN Soal Perubahan Rencana Induk Ibu Kota Nusantara
Nasional

DPR Umumkan Surat dari OIKN Soal Perubahan Rencana Induk Ibu Kota Nusantara

by AdminWeb
25 Juli 2025
Krisis Iran-Israel Membara, Tapi Pengamat: Perang Dunia? Jangan Panik Dulu!
Nasional

Krisis Iran-Israel Membara, Tapi Pengamat: Perang Dunia? Jangan Panik Dulu!

by AdminWeb
24 Juni 2025
Pemerintah Resmi Cabut Izin 4 Tambang di Raja Ampat atas Arahan Presiden Prabowo
Nasional

Pemerintah Resmi Cabut Izin 4 Tambang di Raja Ampat atas Arahan Presiden Prabowo

by AdminWeb
10 Juni 2025
Next Post
Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelecehan oleh Kades Benua Baru: Tak Cukup Bukti

Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelecehan oleh Kades Benua Baru: Tak Cukup Bukti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

39 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Samarinda, Penyidik Temukan Indikasi Perencanaan Matang

39 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Samarinda, Penyidik Temukan Indikasi Perencanaan Matang

5 Mei 2026
Rapat Pimpinan DPRD Kaltim Memanas, Reza Fachlevi Keberatan Pernyataan Syahariah Mas’ud di Grup Internal

Rapat Pimpinan DPRD Kaltim Memanas, Reza Fachlevi Keberatan Pernyataan Syahariah Mas’ud di Grup Internal

5 Mei 2026
Tuntutan Aksi 214 Jilid II Mulai Terjawab, DPRD Kaltim Disebut Sepakat Bawa Hak Angket ke Paripurna

Tuntutan Aksi 214 Jilid II Mulai Terjawab, DPRD Kaltim Disebut Sepakat Bawa Hak Angket ke Paripurna

5 Mei 2026

Kategori

  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Infografis
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Peristiwa & Kriminal
  • Politik
  • Teknologi
  • Uncategorized

Pencarian berdasarkan Tag

Andi Harun Balikpapan BEM Fisip UWGM Samarinda Berau Borneo FC DPRD Kaltim Gubernur Kaltim IKN Jokowi Kalimantan Timur Kaltim Kapolda Kaltim Kapolresta Samarinda Korupsi Kota Samarinda Kukar Kutai Barat Kutai Kartanegara Mahasiswa Narkoba Olahraga Pelecehan Pelecehan Seksual Pemkot Samarinda Pemprov Kaltim Pencurian Penganiayaan Peristiwa Kriminal Pilkada 2024 Pilkada Damai Polda Kaltim Polres Kukar Polres Kutai Kartanegara Polresta Samarinda Prabowo Subianto Rudy Mas'ud Sacom.id Samarinda Seno Aji Sepak Bola Teras Samarinda TRC PPA Kaltim UWGM Samarinda Viral Wali Kota Samarinda
Sacom ID

Sacom.id adalah media online yang berbasis di Kalimantan Timur, hadir sebagai ruang informasi yang independen, akurat, dan terpercaya.

: samarindacom
: samarindacom
Pasang iklan hubungi: 081255668612

Link Navigasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Saber
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

Berita Terbaru

  • 39 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Samarinda, Penyidik Temukan Indikasi Perencanaan Matang
  • Rapat Pimpinan DPRD Kaltim Memanas, Reza Fachlevi Keberatan Pernyataan Syahariah Mas’ud di Grup Internal
  • Tuntutan Aksi 214 Jilid II Mulai Terjawab, DPRD Kaltim Disebut Sepakat Bawa Hak Angket ke Paripurna

© 2025 SACOM.ID - All rights reserved | Support by WebNesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Peristiwa & Kriminal
  • Lainnya
    • Opini
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Infografis
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Teknologi

© 2025 SACOM.ID - All rights reserved | Support by WebNesia

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?