Samarinda, Sacom.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Adper Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) Samarinda menggelar aksi sosial dengan membagikan makanan siap saji kepada warga terdampak banjir di beberapa titik di Kota Samarinda.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus kritik terhadap kinerja Pemerintah Kota Samarinda dalam menangani banjir yang dianggap tidak maksimal.
Ketua HMI Komisariat Adper UWGM, Zainal Zarif, menyatakan bahwa aksi ini adalah respons cepat terhadap situasi darurat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, langkah pemerintah dalam menangani banjir selama ini belum mampu memberikan solusi konkret bagi warga yang terdampak setiap tahun.
“Setiap tahun banjir, tapi tidak ada solusi nyata. Bahkan di hari ini saat banjir besar melanda Kota Tepian, Wali Kota seolah menghilang,” tegas Zainal (12/5/2025).
Ia menyebut ketidakhadiran kepala daerah saat bencana sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap penderitaan rakyat.
Dalam pernyataannya, Zainal menyoroti bahwa selama beberapa periode kepemimpinan, janji-janji politik terkait penanganan banjir terus diulang, namun tidak pernah diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang solutif.
Dirinya menilai jika masyarakat Samarinda telah terlalu sering menjadi korban dari janji tanpa realisasi.
Aksi sosial ini juga ditujukan untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir. Zainal menyebut kebutuhan mendesak warga saat ini adalah kehadiran langsung dan nyata dari pemerintah, bukan sekadar wacana atau retorika politik.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan cepat dan nyata, seperti yang kami coba lakukan hari ini dengan membagikan makanan. Ini langkah kecil, tapi menunjukkan bahwa kami hadir untuk mereka,” ujarnya.
Zainal juga mengajak pemerintah untuk membuka ruang dialog dan melibatkan pemuda serta elemen masyarakat lainnya dalam merumuskan solusi jangka panjang.
Ia percaya, penanganan banjir tidak bisa diselesaikan secara sepihak tanpa melibatkan partisipasi publik.
Selain itu, dirnya juga meminta agar Wali Kota Andi Harun untuk tidak lagi mengandalkan janji semata, tetapi segera menunjukkan komitmen nyata dalam bentuk program dan tindakan yang langsung dirasakan oleh warga Samarinda.
“Jangan tunggu masa kampanye untuk bicara solusi. Rakyat butuh kepastian sekarang, bukan nanti,” tambahnya.
Dengan aksi ini, HMI Komisariat Adper Widyagama berharap pemerintah kota tergerak untuk lebih serius dalam menangani persoalan banjir dan mengubah pola pendekatan dari janji ke aksi nyata yang berpihak pada rakyat. (*)









