Samarinda, Sacom.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur memastikan pelaksanaan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, berjalan aman dan kondusif hingga berakhir pada Senin (4/5/2026) malam. Aksi yang berlangsung sejak siang hari tersebut dikawal ketat dengan pendekatan humanis oleh aparat kepolisian.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menyampaikan bahwa pengamanan aksi telah dilakukan secara optimal sejak awal kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 Wita hingga selesai pada pukul 22.00 Wita.
“Secara umum pengamanan yang kami lakukan berjalan dengan baik. Kami telah melayani aksi unjuk rasa ini dengan maksimal, dan hingga selesai tidak ada kejadian yang menonjol,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa situasi selama aksi tetap terkendali, meskipun massa aksi sempat bertahan hingga malam hari. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi, baik dari sisi massa aksi maupun aparat keamanan.
“Alhamdulillah semuanya bisa berjalan aman. Tidak ada gangguan berarti selama aksi berlangsung,” katanya.
Dalam pengamanan tersebut, Polda Kaltim mengerahkan sekitar 400 hingga 450 personel. Jumlah tersebut disesuaikan dengan skala aksi dan kebutuhan pengamanan di lapangan.
“Personel kami siapkan secara proporsional, sekitar 400 sampai 450 orang,” jelas Endar.
Ia menjelaskan, personel tidak hanya ditempatkan di titik utama aksi di depan Gedung DPRD, tetapi juga disebar ke sejumlah lokasi strategis guna memastikan keamanan secara menyeluruh.
“Personel kami tidak hanya di lokasi aksi, tetapi juga kami tempatkan di titik-titik lain seperti lokasi parkir kendaraan massa, titik kumpul, serta objek vital seperti SPBU, PLN, dan fasilitas umum lainnya,” ungkapnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus menjaga aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan normal.
Kapolda juga menekankan bahwa pendekatan pengamanan yang diterapkan mengedepankan prinsip pelayanan dan humanis, sehingga masyarakat tetap dapat menyampaikan aspirasi secara tertib.
“Kami hadir untuk melayani masyarakat dalam menyampaikan pendapatnya, dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” tuturnya.
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok mahasiswa dan masyarakat tersebut merupakan bagian dari penyampaian aspirasi terkait sejumlah isu daerah. Meski berlangsung dalam durasi cukup panjang hingga malam hari, situasi tetap terkendali tanpa adanya bentrokan maupun insiden serius.
Polda Kaltim berharap pola pengamanan yang kondusif ini dapat menjadi contoh dalam pelaksanaan aksi-aksi berikutnya.
“Kami berharap setiap kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan seperti ini, aman, tertib, dan sesuai aturan,” pungkasnya. (*)









