BONTANG, SMRFOLKS.ID – Penumpukan batu bara ilegal kembali marak di sepanjang jalan poros Samarinda-Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).
Aktivitas ini telah dibenarkan oleh Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, namun ia mengakui kesulitan dalam menindak pelanggaran tersebut karena tidak adanya pemilik yang dapat diidentifikasi di lapangan.
Polisi telah menemukan tumpukan batu bara di lokasi tersebut beberapa waktu lalu, namun tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas material tersebut.
“Kami memang dapati tumpukan itu. Tapi saat diperiksa tidak ada aktivitas. Sementara untuk menindak harus ada objeknya. Tapi terus kita pantau,” ujar Kapolres Alex.
Meski patroli telah ditingkatkan, termasuk strategi khusus yang tidak diungkapkan oleh pihak kepolisian, penegakan hukum terhadap penambangan ilegal ini menghadapi tantangan besar.
Aktivitas penambangan seringkali dilakukan secara senyap dan sulit dilacak.
Masyarakat diminta untuk melaporkan kegiatan ilegal ini dengan menyertakan titik koordinat yang jelas.
“Kami selalu kucing-kucingan. Tapi tetap akan ditelusuri. Silahkan lapor, saya pastikan ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, aktivitas pengangkutan batu bara yang diduga ilegal terlihat jelas di kawasan ini, dengan truk-truk tertutup terpal keluar masuk dari Desa Perangat Selatan pada sore hingga malam hari.
Jalan nasional yang tidak seharusnya digunakan untuk lalu lintas kendaraan batu bara ini menjadi saksi bisu dari aktivitas tersebut.
Meskipun penambangan ilegal ini sudah menjadi rahasia umum, tindakan tegas dari aparat penegak hukum tampaknya masih belum terlihat nyata di lapangan.









