Balikpapan, Sacom.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar SMP Muhammadiyah Balikpapan. Muhammad Rasyid Al Fauzi, pelajar kelas 9, ditemukan tewas setelah dilaporkan tenggelam di kawasan Pantai Benua Patra, Sabtu (18/10/2025).
Fauzi, sapaan akrab korban, merupakan warga Inpres III RT 12, Muara Rapak, Balikpapan Utara. Jasadnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu pagi (19/10), setelah upaya pencarian intensif selama hampir 24 jam oleh Basarnas Balikpapan, TNI AL, dan unsur relawan lainnya.
Menurut keterangan warga sekitar, Fauzi awalnya sedang berolahraga jogging bersama 14 teman sekolahnya. Seusai jogging, rombongan pelajar itu memutuskan berenang di sekitar perairan pantai. Namun nahas, Fauzi diduga terseret ke palung laut dan tak mampu menyelamatkan diri karena tidak bisa berenang.
“Setelah jogging, mereka berenang, dan korban terbawa palung di pantai tersebut,” ujar Tini, salah satu warga yang berada di lokasi saat kejadian.
Rekan-rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun Fauzi sempat hilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Minggu pagi. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Suasana haru menyelimuti rumah duka saat jenazah tiba. Isak tangis pecah dari kerabat, teman-teman sekolah, hingga para guru yang turut hadir untuk memberikan doa terakhir.
“Fauzi anak yang baik, suka bercanda, kadang-kadang jail. Tapi dia asyik banget kalau diajak main. Gak nyangka secepat ini,” ujar Tsaaqif, salah satu sahabat korban dengan mata berkaca-kaca.
Usai dishalatkan, jenazah Fauzi dimakamkan pada Minggu sore di Tempat Pemakaman Umum Km 15 Balikpapan Utara.
Kabar duka ini turut disampaikan oleh salah satu kerabat korban, Arya Linmas, melalui pesan tertulisnya.
“Ya Allah, dikabarkan keponakan telah tenggelam di Perairan Benua Patra jam 12 siang. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Surga di tempatmu ya, Nak ku,” tulisnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut yang melibatkan remaja di Balikpapan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya pelajar, untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas berenang di area rawan seperti palung laut yang ada di sejumlah titik pantai kota ini. (*)









