Samarinda, SMRFOLKS.id – Baru saja beroperasi, namun Samarinda Theme Park yang terletak di Jalan D.I Panjaitan, harus menelan pil pahit.
Destinasi wisata milik Sahli Himawan, seorang pengusaha asal Solo, resmi ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena beroperasi tanpa izin lengkap.
Ironisnya, sebelum dilakukan tindakan tegas, pihak pengelola sudah berkali-kali diperingatkan, namun tetap nekat membuka tempat wisata tersebut.
Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, geram dengan sikap bandel pengelola yang seolah mengabaikan aturan dan kepentingan masyarakat.
“Kalau perizinannya belum lengkap, jangan nekat beroperasi! Kami sudah ingatkan berulang kali, tapi mereka tetap buka. Kalau besok masih berani beroperasi, kami pastikan akan menyegel tempat ini,” tegas Anis dengan nada kesal.
Bisnis Ugal-ugalan, Warga Jadi Korban?
Bukan sekadar persoalan izin, Theme Park ini juga menyebabkan kekacauan di sekitar lokasi. Salah satu permasalahan utama adalah keterbatasan fasilitas parkir yang jauh dari kata memadai.
Dengan kapasitas hanya 40 mobil dan 50 motor, tak heran jika pengunjung terpaksa parkir sembarangan, membuat jalanan sekitar macet parah.
Tak hanya menyusahkan pengendara lain, kondisi ini juga membuat warga sekitar geram. Kemacetan yang terjadi bukan hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga memperlihatkan betapa minimnya perencanaan dari pihak pengelola.
“Andalalin itu bukan sekadar formalitas! Kalau tidak diperhitungkan sejak awal, ya beginilah akibatnya. Macet, semrawut, dan merugikan banyak orang,” ujar Anis dengan nada kecewa.
Satpol PP menegaskan bahwa penutupan ini bukan untuk menghambat bisnis, melainkan demi ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
“Kami tidak melarang orang berbisnis, tapi jangan seenaknya! Semua ada aturannya. Kalau izin sudah lengkap, silakan buka lagi. Tapi kalau masih nekat beroperasi tanpa izin, jangan salahkan kami kalau disegel,” tegas Anis.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak buru-buru mengunjungi tempat wisata yang belum jelas legalitasnya. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan akan menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman bagi semua pihak.
Kisah pahit ini menjadi pelajaran bagi para pelaku usaha lainnya. Jangan gegabah membuka bisnis tanpa kesiapan. Jangan hanya mengejar keuntungan, tapi abaikan tanggung jawab terhadap masyarakat.
“Kalau ingin usaha lancar, ikuti aturan! Jangan sampai bernasib sama seperti Theme Park ini. Kalau tidak siap, jangan buka! Kalau sudah lengkap, silakan beroperasi. Sesederhana itu!”, pungkas Anis.









