Samarinda, Sacom.id — Sebuah video berdurasi 31 detik yang memperlihatkan adu mulut antara seorang driver ojek online (ojol) dan pelanggan perempuan viral di media sosial. Ketegangan itu terjadi di pinggir jalan, diduga akibat masalah pembayaran.
Dian (23), driver ojol yang terlibat dalam insiden tersebut, membagikan kronologi kejadian. Ia mengaku saat itu sedang mendapat orderan, lokasi penjemputan di kawasan Jl. Padat Karya, Samarinda.
Setelah bertemu pelanggan, Dian mengantarnya dari kawasan Sempaja menuju Temindung.
Dalam perjalanan, pelanggan meminta pembayaran dilakukan melalui transfer. Meski sempat berpikir positif, Dian meminta untuk berhenti sejenak guna memeriksa bukti transfer.
Hal itu ia lakukan lantaran sebelumnya pernah beberapa kali menerima orderan fiktif.
“Saya minta lihat bukti transfer dulu. Karena sebelumnya saya sering dapat orderan fiktif, jadi saya lebih hati-hati,” ujar Dian (29/04/202).
Namun situasi berubah ketika pelanggan mengaku tidak memiliki uang untuk membayar ongkos perjalanan.
Pelanggan tersebut bahkan secara terbuka mengatakan bahwa dirinya “open BO“ (menyediakan layanan booking order) dan berjanji akan membayar setelah mendapatkan pelanggan.
“Dia bilang, “saya ini open BO mas, saya lagi nunggu orang pesan baru bisa bayar.” Dia juga sempat bersumpah demi Allah, itu yang membuat saya benar-benar marah,” tutur Dian.
Merasa dibohongi, Dian menghentikan kendaraannya, mencabut kunci motor, dan meminta pelanggan turun.
Meski demikian, pelanggan tetap memaksa agar diantar hingga tujuan dan terjadilah cekcok antara Dian dan pelanggan-nya.
Setelah itu, Dian tetap memilih bertahan dan duduk menunggu pelanggan turun dari kendaraan.
Setelah video kejadian tersebut viral, pelanggan sempat menghubungi Dian untuk meminta agar video itu dihapus. Namun Dian menolak dengan alasan ingin memberi peringatan kepada sesama driver ojol agar lebih berhati-hati.
“Bukan soal uang, saya ingin teman-teman ojol tahu dan berhati-hati. Awalnya saya mau ikhlaskan, tapi dia malah nantang saya viralkan,” tegasnya.
Dian juga membantah kabar yang menyebutkan pelanggan menawarkan pembayaran dengan cara tak sesenonoh. Ia menegaskan bahwa meskipun pelanggan mengaku “open BO”, tidak ada tawaran eksplisit dalam percakapan mereka.









