• Tentang Kami
  • Pedoman Media Saber
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
Sacom ID
Advertisement
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Peristiwa & Kriminal
  • Lainnya
    • Opini
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Infografis
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Peristiwa & Kriminal
  • Lainnya
    • Opini
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Infografis
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Teknologi
No Result
View All Result
Sacom ID
No Result
View All Result
Home Advetorial

Kasus Kematian Perkerja di Mahulu, Keluarga Ragukan Penyebab dan Proses Hukum

AdminWeb by AdminWeb
18 September 2024
in Advetorial, Peristiwa & Kriminal
1
Kasus Kematian Perkerja di Mahulu, Keluarga Ragukan Penyebab dan Proses Hukum

Oplus_0

0
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Mahakam Ulu, SMRFOLKS.id – Kematian seorang pekerja General Affair di PT. Borneo Bhakti Sejahtera (BBS) yang terjadi pada, 3 Mei 2024, masih menyisakan misteri yang belum terpecahkan.

Diketahui, peristiwa ini terjadi di Kampung Memahak Besar (Blok K48), Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Selama lima bulan, keluarga korban meragukan proses penyelidikan dan mengindikasikan adanya keterlibatan perusahaan dalam kejadian tragis tersebut.

Pihak kelurga semakin dibuat curiga, sebab peristiwa ini sama sekali tidak terekspos ke media.

Penyelidikan yang sebelumnya ditangani Polsek Long Bangun kini telah dilimpahkan ke Polres Mahakam Ulu, namun keluarga korban mengaku tidak dilibatkan dalam proses yang seharusnya transparan.

Kejanggalan demi kejanggalan membuat mereka kian curiga terhadap perusahaan tempat korban bekerja.

Istri korban, yang kini harus berjuang seorang diri menghidupi dua anaknya, menuturkan bahwa informasi awal mengenai insiden justru diperoleh dari pihak perusahaan, bukan dari kepolisian.

“Foto-foto yang kami terima berasal dari manajemen perusahaan, bukan aparat hukum,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, foto-foto tersebut hanya sebagian dan disertai peringatan keras untuk tidak disebarluaskan.

Menurut istri korban, kondisi jasad suaminya menunjukkan adanya luka di bagian kepala depan dan belakang, serta tangan yang mengepal dan membiru, seolah-olah korban sempat memberikan perlawanan.

“Luka-luka itu tidak sesuai dengan penjelasan yang kami terima,” tegasnya.

Pihak kepolisian semula menyatakan korban meninggal akibat terjatuh di medan yang curam. Namun, belakangan muncul keterangan lain yang menyebutkan korban tertimpa dahan kayu.

Baca Juga  Polisi Sudah Kantongi Identitas Pengemudi yang Tabrak 24 Motor dan 3 Rumah di Samarinda

“Bagaimana mungkin luka di kepala depan dan belakang bisa disebabkan oleh jatuh atau tertimpa dahan?” tambahnya lagi, mempertanyakan keabsahan investigasi yang dilakukan.

Kecurigaan keluarga semakin bertambah ketika mengetahui enam rekan kerja korban yang berada di lokasi kejadian tidak memeriksa kondisi korban sebelum meninggalkan tempat tersebut.

“Mengapa tidak ada yang memastikan keadaan suami saya? Ini tidak masuk akal!” seru istri korban dengan nada marah.

Selain itu, perusahaan tempat korban bekerja dinilai tidak memberikan dukungan hukum yang semestinya.

Istri korban mengungkapkan bahwa ketika meminta bantuan hukum, perusahaan menolak dengan alasan bahwa pengacara bukan solusi yang tepat.

“Seharusnya mereka membantu kami mencari keadilan, bukan mengabaikan kami,” katanya, kecewa.

Saat ini, keluarga korban telah mengajukan permohonan resmi kepada Kapolri dan Kapolda untuk mendapatkan penjelasan terkait perkembangan kasus, namun hingga kini respons yang diterima masih sangat minim.

Mereka pun berharap media dapat membantu mengangkat kasus ini agar keadilan bisa terwujud.

“Saya hanya ingin tahu kebenaran dan memperoleh keadilan bagi suami saya. Ini bukan tentang menyebarkan informasi sembarangan,” tuturnya penuh harap.

Kasus ini masih menjadi sorotan, terutama karena lambatnya proses hukum yang berjalan.

Dengan berbagai kejanggalan yang terus mencuat, keluarga korban kini semakin terpojok, namun mereka bertekad untuk tidak menyerah mencari keadilan.

Tags: Kasus Kematian di MahuluMahakam UluPeristiwa KriminalPT BSS
Previous Post

Pemkot Berencana Ubah Teras Samarinda Jadi Kawasan Bebas Rokok

Next Post

Setelah Lama Bungkam, Polresta Mahakam Ulu Angkat Bicara Soal Kematian Perkerja di PT BSS

Related Posts

39 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Samarinda, Penyidik Temukan Indikasi Perencanaan Matang
Peristiwa & Kriminal

39 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Samarinda, Penyidik Temukan Indikasi Perencanaan Matang

by AdminWeb
5 Mei 2026
Mengaku Punya “Power” karena Anak DPRD, Pria di Kubar Ancam Sebar Video Mesum dan Bunuh Ayah Kekasihnya Jika Hubungan Diputus
Advetorial

Mengaku Punya “Power” karena Anak DPRD, Pria di Kubar Ancam Sebar Video Mesum dan Bunuh Ayah Kekasihnya Jika Hubungan Diputus

by AdminWeb
28 Januari 2026
Dua Mahasiswi Samarinda Ditangkap karena Promosikan Situs Judi Online di Instagram
Peristiwa & Kriminal

Dua Mahasiswi Samarinda Ditangkap karena Promosikan Situs Judi Online di Instagram

by AdminWeb
24 Oktober 2025
Satu Tahanan Kabur Kembali Ditangkap di Samarinda, Total 11 Sudah Diamankan Polisi
Peristiwa & Kriminal

Satu Tahanan Kabur Kembali Ditangkap di Samarinda, Total 11 Sudah Diamankan Polisi

by AdminWeb
24 Oktober 2025
Banjir Samarinda Dikecam Mahasiswa: Presiden BEM FISIP dan Hukum UWGM Tuntut Aksi Nyata Pemerintah
Advetorial

Banjir Samarinda Dikecam Mahasiswa: Presiden BEM FISIP dan Hukum UWGM Tuntut Aksi Nyata Pemerintah

by AdminWeb
24 Oktober 2025
Next Post

Setelah Lama Bungkam, Polresta Mahakam Ulu Angkat Bicara Soal Kematian Perkerja di PT BSS

Comments 1

  1. Suheni says:
    2 tahun ago

    Mungkin teras Samarinda ini bisa dibuatkan jadwal edukasi ke pengunjung,agar menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada,masyarakat diajak sejak dini agar tidak membuang sampah di sembarang tempat,Pastikan ada tempat sampah yang selalu tersedia,dan ada petugas yang selalu mengingatkan pengunjung,kira2 bisa ga yaa warga Samarinda?

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

39 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Samarinda, Penyidik Temukan Indikasi Perencanaan Matang

39 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Samarinda, Penyidik Temukan Indikasi Perencanaan Matang

5 Mei 2026
Rapat Pimpinan DPRD Kaltim Memanas, Reza Fachlevi Keberatan Pernyataan Syahariah Mas’ud di Grup Internal

Rapat Pimpinan DPRD Kaltim Memanas, Reza Fachlevi Keberatan Pernyataan Syahariah Mas’ud di Grup Internal

5 Mei 2026
Tuntutan Aksi 214 Jilid II Mulai Terjawab, DPRD Kaltim Disebut Sepakat Bawa Hak Angket ke Paripurna

Tuntutan Aksi 214 Jilid II Mulai Terjawab, DPRD Kaltim Disebut Sepakat Bawa Hak Angket ke Paripurna

5 Mei 2026

Kategori

  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Infografis
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Peristiwa & Kriminal
  • Politik
  • Teknologi
  • Uncategorized

Pencarian berdasarkan Tag

Andi Harun Balikpapan BEM Fisip UWGM Samarinda Berau Borneo FC DPRD Kaltim Gubernur Kaltim IKN Jokowi Kalimantan Timur Kaltim Kapolda Kaltim Kapolresta Samarinda Korupsi Kota Samarinda Kukar Kutai Barat Kutai Kartanegara Mahasiswa Narkoba Olahraga Pelecehan Pelecehan Seksual Pemkot Samarinda Pemprov Kaltim Pencurian Penganiayaan Peristiwa Kriminal Pilkada 2024 Pilkada Damai Polda Kaltim Polres Kukar Polres Kutai Kartanegara Polresta Samarinda Prabowo Subianto Rudy Mas'ud Sacom.id Samarinda Seno Aji Sepak Bola Teras Samarinda TRC PPA Kaltim UWGM Samarinda Viral Wali Kota Samarinda
Sacom ID

Sacom.id adalah media online yang berbasis di Kalimantan Timur, hadir sebagai ruang informasi yang independen, akurat, dan terpercaya.

: samarindacom
: samarindacom
Pasang iklan hubungi: 081255668612

Link Navigasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Saber
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

Berita Terbaru

  • 39 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Samarinda, Penyidik Temukan Indikasi Perencanaan Matang
  • Rapat Pimpinan DPRD Kaltim Memanas, Reza Fachlevi Keberatan Pernyataan Syahariah Mas’ud di Grup Internal
  • Tuntutan Aksi 214 Jilid II Mulai Terjawab, DPRD Kaltim Disebut Sepakat Bawa Hak Angket ke Paripurna

© 2025 SACOM.ID - All rights reserved | Support by WebNesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Peristiwa & Kriminal
  • Lainnya
    • Opini
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Infografis
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Teknologi

© 2025 SACOM.ID - All rights reserved | Support by WebNesia

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?