Samarinda, SMRFOLKS.id — Sebuah kasus pelanggaran etika mahasiswa kembali mencoreng wajah dunia pendidikan tinggi, kali ini terjadi di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Sepasang mahasiswa dan mahasiswi institusi tersebut terlibat dalam tindakan tak pantas yang melanggar norma dan aturan kampus.
Mereka diduga terlibat dalam perilaku tidak senonoh di lingkungan kampus dengan melakukan kontak fisik yang melampaui batas, seperti berpelukan, berusaha untuk berciuman, serta memperlihatkan tanda-tanda yang mengindikasikan niat untuk melakukan hubungan yang seharusnya hanya dilakukan pasangan sah.
Dalam pernyataan tertulis yang dibuat pada tanggal, 10 Oktober 2024 lalu, mereka mengakui dengan rinci tindakan yang dilakukan, termasuk adanya kontak fisik selama beberapa menit.
Lebih lanjut, pengakuan tersebut menyebutkan bahwa rok sang mahasiswi sempat terangkat dan kancing bajunya terbuka, yang semakin memperkuat dugaan adanya niat melanggar etika di dalam lingkungan kampus.
Kasus ini mengundang respons serius dari pihak kampus yang mengecam keras tindakan tersebut. Pihak universitas menilai bahwa perbuatan itu tidak hanya mencoreng nama baik individu pelaku, tetapi juga membawa dampak negatif pada citra institusi pendidikan.
Keduanya pun dalam pernyataan resmi menyatakan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut.
Merespon berita viral tersebut, Ade selaku Humas UMKT membenarkan jika peristiwa itu benar adanya terjadi di lingkungan kampus UMKT.
“Kurang lebih seperti yang di beritakan itu kronologisnya, tetapi kalau sampai ada tuduhan berhubungan badan tidak sampai kesitu,” jelas Ade saat dikonfirmasi media ini.
Lebih lanjut, ia menerangkan jika pihak universitas telah mengambil langkah tegas untuk menindak lanjuti kasus sekandal yang terjadi di lingkungan kampus UMKT.
“Masih kita peroses, walaupun belum sampai pada keputusan akhir. Namun pihak kampus tidak tinggal diam,” tegasnya.
Usai viral di media sosial, peristiwa itu akan di jadikan pembelajaran oleh pihak universitas. Agar hal serupa tidak kembali terjadi.
“Ini juga jadi pembelajaran buat kami, kami akan mencoba agar hal-hal seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.









