Kalimantan Timur, Sacom.id – Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kalimantan Timur, yakni BADKO HMI Kaltimtara, PKC PMII Kaltim, DPD IMM Kaltim, DPD GMNI Kaltim, dan PW KAMMI Kaltimtara, melontarkan kritik tajam terhadap stagnasi gerakan kepemudaan di Kalimantan Timur.
Dalam pertemuan yang digelar di Samarinda pada Kamis (24/4), para ketua organisasi tersebut menilai Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kaltim belum mampu menunjukkan progres konkret dalam menjalankan perannya sebagai representasi pemuda.
Cipayung Plus Kaltim secara tegas mendesak KNPI Kaltim untuk segera menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dan Musyawarah Daerah (Musda) guna membenahi arah kepemimpinan serta menyatukan kembali elemen-elemen pemuda yang saat ini dinilai terpecah.
“Pemuda Kaltim tidak boleh dibiarkan terpecah hanya karena konflik kepentingan elit. KNPI harus kembali menjadi wadah yang mempersatukan, bukan memecah-belah. Musda adalah jalan keluar terbaik untuk menyatukan barisan pemuda Kalimantan Timur,” tegas Ashan Putra Pradana, Ketua BADKO HMI Kaltimtara.
Senada dengan itu, Ketua PKC PMII Kaltim, Muhammad Said Abdilah, menyoroti absennya gerakan konsolidatif KNPI yang menyebabkan kekosongan orientasi gerakan pemuda di Kaltim.
“Kepemudaan Kaltim saat ini mengalami kekosongan orientasi. Kami mendesak segera digelarnya Rapimda dan Musda agar KNPI kembali hidup dan berpihak pada kepentingan rakyat serta pemuda,” ujarnya.
Ketua DPD IMM Kaltim, Andri Rifandi, juga menekankan pentingnya transformasi KNPI menjadi lebih substantif.
“Kita butuh wajah baru KNPI yang mampu menyatukan, bukan menjadi panggung politik jangka pendek. Musda bukan sekadar regenerasi, tapi rekonstruksi gerakan pemuda yang lebih progresif,” katanya.
Sementara itu, Ketua PW KAMMI Kaltimtara, Dedi Nur, menggarisbawahi pentingnya Musda sebagai ruang demokratisasi kepemudaan.
“Pemuda adalah agen perubahan, tapi tanpa wadah yang kuat seperti KNPI, kita hanya jadi penonton. Kami mendorong Musda untuk membangun kembali integritas dan militansi pemuda,” tegas Dedi.
Ketua DPD GMNI Kaltim, Dodi Prabowo, menambahkan bahwa KNPI harus tetap responsif terhadap tantangan zaman.
“KNPI harus hadir sebagai mitra strategis, bukan simbol kosong. Rapimda dan Musda adalah keniscayaan,” ujarnya.
Kelima pimpinan organisasi tersebut menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses konsolidasi di tubuh KNPI.
Mereka berharap Musda mendatang dapat menghadirkan kepemimpinan baru yang inklusif, visioner, serta mampu menjadi rumah besar bagi seluruh organisasi kepemudaan di Kalimantan Timur.
Cipayung Plus Kaltim menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan kepemudaan untuk mendukung upaya konsolidasi ini demi masa depan pemuda dan daerah yang lebih baik.









