Samarinda, SMRFOLKS.id – Masyarakat Samarinda tengah digemparkan oleh kabar yang menyebut adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di beberapa sekolah favorit.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan ke wartawan, mengklaim bahwa pungli tersebut dilakukan untuk memastikan penerimaan siswa di sekolah tertentu.
Seorang warga, yang mengaku sebagai orang tua calon siswa, mengungkapkan bahwa anaknya gagal diterima melalui jalur zonasi di sebuah sekolah favorit di Samarinda.
Namun, yang mengejutkan, anak tetangganya justru diterima di sekolah yang sama, meskipun awalnya dinyatakan tidak lulus.
Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan adanya perubahan dalam sistem PPDB jalur zonasi. Awalnya, jarak rumah calon siswa yang tidak diterima dinyatakan 1,4 kilometer. Akan tetapi, beberapa jam kemudian, data jarak tersebut berubah menjadi 1 kilometer, sehingga anak tetangga tersebut dinyatakan lulus ke SMP Negeri 1 Samarinda.
Pesan WhatsApp tersebut juga mengindikasikan adanya permintaan uang tunai sebesar Rp.15 juta sebagai syarat agar anak bisa diterima di sekolah favorit. Salah satu sumber anonim mengaku bahwa uang tersebut harus dibayar secara tunai, tanpa melalui transfer.
Beberapa wartawan mencoba mengonfirmasi langsung ke pihak sekolah yang disebut dalam pesan tersebut.
Kepala SMP Negeri 4 Samarinda, Erhamsyah, dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
“Kalau betul sampai Rp15 juta, kaya saya,” ujarnya sambil tersenyum lebar.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Samarinda, Mulyadi, juga menolak tuduhan tersebut.
“Saya malah baru dengar ini,” katanya dengan senyum saat ditemui di tempat terpisah.
Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Samarinda, menyarankan agar dugaan manipulasi dalam sistem PPDB jalur zonasi dikonfirmasi langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, belum memberikan respons meskipun sudah dihubungi melalui WhatsApp.









