Samarinda, SMRFOLKS.id – Proyek pengadaan aplikasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda tengah menjadi sorotan akibat dugaan skandal pemecahan paket yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur mengungkapkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor 28/LHP/XIX.SMD/12/2022, tertanggal 23 Desember 2022, bahwa proyek senilai Rp5,8 miliar tersebut diduga sengaja dipecah menjadi beberapa paket kecil.
Tujuannya adalah untuk menghindari proses pelelangan yang seharusnya dilakukan secara terbuka dan transparan.
Dalam laporan yang dikawal oleh Agus Priyono, penanggung jawab pemeriksaan BPK, juga ditemukan bahwa pengadaan jasa konversi aplikasi atau sistem informasi yang dilakukan oleh kontraktor PT IMS tidak didukung oleh dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Padahal, HPS adalah dasar yang krusial untuk menentukan harga yang wajar dalam pengadaan barang dan jasa.
Tak hanya itu, pelanggaran semakin nyata dengan tidak adanya proses negosiasi harga yang seharusnya menjadi kewajiban pejabat pengadaan. Hal ini meningkatkan risiko ketidakefisienan anggaran, yang pada akhirnya berpotensi merugikan negara lebih besar.
Ironisnya, sebagian pekerjaan dalam proyek ini masih belum diselesaikan, dengan nilai pekerjaan yang tertunda mencapai Rp634 juta lebih.
Meskipun denda keterlambatan seharusnya diberlakukan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda penerapan sanksi yang ditetapkan dengan nilai minimal Rp9,8 juta.
Tak hanya pemecahan paket yang menjadi masalah, BPK juga menyoroti kelemahan dalam pengendalian internal pengelolaan aplikasi di RSUD AWS. Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRUS) dan Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMKEU) dinilai rentan terhadap risiko keamanan data dan integritas sistem keuangan rumah sakit.
Laporan BPK ini menjadi sinyal kuat perlunya pembenahan segera dalam pengelolaan proyek-proyek sektor publik, terutama yang berkaitan dengan layanan kesehatan. Jika tidak, kerugian negara yang lebih besar hanya tinggal menunggu waktu.









