Samarinda, SMRFOLKS.id – Aksi damai yang digelar di depan kantor DPRD Kaltim berubah menjadi kekacauan setelah seorang aparat kepolisian dilaporkan melakukan kekerasan terhadap Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda, Syahril Saili.
Kejadian tersebut terjadi pada saat demonstrasi berlangsung, di mana para aktivis, ketua lembaga, dan mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka melalui pidato-pidato yang dilakukan dengan pengeras suara.
Awalnya, demonstrasi berjalan seperti yang direncanakan, namun situasi memanas ketika Syahril mencoba mendekati aparat keamanan untuk berbicara.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Syahril terlihat melompati pagar kantor DPRD Kaltim bersama beberapa orang lainnya.
Niatnya adalah untuk berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar diizinkan menjalankan ibadah salat di dalam gedung DPRD.
Namun, tanpa diduga, seorang oknum polisi mendekati Syahril dan melakukan pemukulan. Insiden tersebut menyebabkan Syahril jatuh ke aspal dan mengalami luka akibat pukulan tersebut.
Syahril menjelaskan bahwa maksud kedatangannya hanyalah untuk meminta izin agar ia dan beberapa rekan lainnya bisa melaksanakan ibadah, namun dia justru mendapat perlakuan kasar.
“Saya hanya ingin salat di dalam kantor DPRD Kaltim dan mengajak beberapa teman untuk beribadah bersama. Tapi, saat saya mendekat, langsung didorong dan dipukul oleh polisi,” ujar Syahril ketika dimintai keterangan (25/8/2024).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai insiden tersebut.









